Kepribadian adalah sesuatu
yang pasti terdapat dalam diri setiap manusia, baik manusia itu beragama maupun
tidak. Secara umum kepribadian terdapat dalam diri setiap individu yang normal.
Sedangkan orang yang tidak normal kepribadiannya tidak tertentu dan tidak dapat
diamati secara pasti, walaupun pada dasarnya setiap kepribadian itu dapat
diamati melalui gejala-gejala yang tampak.
Pada ilmu psikologi
kepribadian dibahas dalam kajian ilmu yang termasuk bagian dari psikologi
secara tersendiri. Maka hal itu memunculkan ilmu baru yaitu psikologi
kepribadian. Kemudian dalam psikologi agama juga dibahas kepribadian orang
beragama atau dapat dikatakan kepribadian orang menurut pandangan atau sudut
pandang agama.
Dalam pandangan psikologi
agama manusia mempunyai kepribadian yang berbeda-beda, maka dari itu
menimbulkan sikap keagamaan yang berbeda-beda pula. Disamping itu juga
menimbulkan sesuatu yang berbeda, jika orang tersebut berbeda agama, karena
agama yang satu dengan agama yang lain berbeda.
A. Pengertian dan teori
kepribadian
Kepribadian seseorang tumbuh dan terbentuk dalam
kelompoknya. Sejak kecil, anak membutuhkan sekelompok orang yang
memerhatikannya, yakni orangtua dan anggota keluarga lainnya. Semakin besar
anak, semakin bertambah kebutuhannya untuk bergabung dengan kelompok yang
berada di luar keluarga, yaitu kelompok anak-anak lain untuk memenuhi keinginan
bermain. Lingkungan akan bertambah luas seiring dengan bertambah besarnya si
anak. Akan tetapi, bertambah luasnya pergaulan menimbulkan persoalan-persoalan
akibat perbedaan pembinaan kepribadian dan tingkat budaya kelompok, ekonomi,
dan sosial masing-masing.[1]
Kepribadian adalah metode
berpikir manusia terhadap realita. Kepribadian juga merupakan
kecenderungan-kecenderungan manusia terhadap realita. Dan dengan arti yang
lain, kepribadian manusia adalah pola pikir dan pola jiwanya.[2]
Istilah-istilah yang dikenal dalam kepribadian adalah:
1. Mentality, yaitu situasi
mental yang dihubungkan dengan kegiatan mental atau intelektual.
2. Individuality, adalah
sifat khas seseorang yang menyebabkan seseorang mempunyai sifat berbeda dari
orang lainnya.
3. Identity, yaitu sifat
kedirian sebagai satu kesatuan dari sifat-sifat mempertahankan dirinya terhadap
sesuatu dari luar (Unity and persistance of personality).
Wetherington
menyimpulkan bahwa kepribadian mempunyai
ciri-ciri sebagai berikut:
1.) Manusia karena keturunannya mula sekali hanya
merupakan individu dan kemudian barulah merupakan suatu pribadi karena pengaruh
belajar dan lingkungan sosialnya
2.) Kepribadian adalah istilah untuk menyebutkan tingkah
laku seseorang secara terintegrasikan dan bukan hanya beberapa aspek saja dari
keseluruhan itu
3.) Kata kepribadian menyatakan pengertian tertentu
saja yang ada pada pikiran orang lain dan isi pikiran itu ditentukan oleh nilai
perangsang sosial seseorang
4.) Kepribadian tidak menyatakan sesuatu yang
bersifat statis, seperti bentuk badan atau ras, tetapi menyertakan keseluruhan
dan kesatuan dari tingkah laku seseorang
5.) Kepribadian tidak bekembang sacara pasif saja, setiap
orang mempergunakan kapasitasnya secara aktif untuk menyesuaikan diri kepada
lingkungan sosial[3]
B. Tipe-Tipe Kepribadian
Secara garis besarnya pembagian tipe kepribadian
manusia ditinjau dari berbagai aspek antara lain:
1. Aspek biologis
Aspek biologis yang mempengaruhi tipe kepribadian
seseorang ini didasarkan atas konstitusi tubuh dan bentuk tubuh yang dimiliki
seseorang, tokoh-tokoh yang mengemukakan teorinya berdasarkan aspek biologis
ini antarannya:
a.Hippocrates dan Galenus
Mereka berpendapat, bahwa yang mempengaruhi tipe kepribadian seseorang
adalah jenis cairan tubuh yang paling dominan.
b.Kretchmer
Dalam pembagian tipe wataknya Kretchmer mendasarkan pada bentuk tubuh
seseorang.
c.Sheldon
Sheldon membagi tipe kepribadian berdasarkan dominasi lapisan yang berbeda
dalam tubuh seseorang.
2. Aspek Sosiologis
Pembagian ini didasarkan kepada pandangan hidup dan
kualitas sosial seseorang. Yang mengemukakan teorinya berdasarkan aspek
sosiologi ini antara lain :
a.Edward Spranger
Ia berpendapat bahwa kepribadian seseorang ditentukan oleh pandangan hidup
mana yang dipilihnya.
b.Muray
Muray membagi tipe kepribadianya menjadi 4 yaitu:
1) Tipe teoritis
2) Tipe Humanis
3) Tipe Sensasionis
4) Tipe Praktis
c.Fritz Kunkel
Kunkel membagi tipe kepribadian menjadi:
1.) Tipe Sachelichkeit, yaitu tipe orang yang
banyak menaruh perhatian terhadap masyarakat.
2.) Tipe Ichhaftigkeit, yaitu tipe orang yang lebih
banyak menaruh perhatian kepada kepentingan diri sendiri.
Menurut F. Kunkel antara sachelichkeit dan ichhaftigkeit berbanding balik.
Jika seseorang memiliki sachelichkeit yang besar, maka ichhaftigkeitnya menjadi
kecil dan sebaliknya.
3. Aspek psikologis
Dalam pembagian tipe kepribadian berdasarkan
psikologis Prof.Heyman mengemukakan, bahwa dalam diri manusia terdapat tiga
unsur:Emosionalitas, Aktifitas dan fungsi sekunder (peroses pengiring).
1.) Tipe Extrovert, yaitu orang yang terbuka dan banyak
berhubungan dengan kehidupan nyata.
2.) Tipe Introvert, yaitu orang yang tertutup dan cenderung
kepada berpikir dan merenung.
C. Hubungan Kepribadian dan Sikap Keagamaan
1. Sigmund Freud
merumuskan
sistem kepribadian menjadi tiga sistem. Ketiga sistem itu dinamainnya
id, ego dan super ego. Dalam diri seseorang yang memiliki jiwa yang sehat
ketiga sistem itu bekerja dalam suatu susunan yang harmanis. Segala bentuk
tujuan dan segala gerak-geriknya selalu memenuhi keperluan dan keinginan
manusia yang pokok.
2.Menurut Eysenck,
kepribadian tersusun atas tindakan-tindakan dan
disposisi-disposisi yang terorganisasi dalam susunan hierarki berdasarkan atas
keumuman dan kepentingannya, diurut dari yang paling bawah ke yang paling
tinggi adalah:
a. Specific response, yaitu tindakan suatu respons yang
menjadi pada suatu keadaan atau kejadian tertentu, jadi khusus sekali.
b. Habitual response mempunyai corak yang lebih
umum dari pada specific responce, yaitu respon-respon yang berulang-ulang
terjadi saat individu menghadapi kondisi atau situasi yang sama.
c. Trait, yaitu terjadi saat habitual respons yang saling
berhubungan satu sama lain, dan cenderung ada pada indivudu tertentu.
d. Type, yaitu organisasi dalam individu yang lebih umum,
lebih mencakup lagi.
3. Menurut pendapat Sukamto M.M.
Kepribadian terdiri dari empat sistem atau
aspek,yaitu:
a.Qalb (angan-angan kehatian)
Qalb adalah hati yang menurut istilah kata
(terminologis) artinya sesuatu yang berbolak-balik (sesuatu yang lebih),
berasal dari kata qalaba, artinya membolak-balikkan. Qalb bisa diartikan hati
sebagai daging sekepal (biologis), dan juga bisa berarti ‘kehatian’
(nafsiologis).
b.Fuad (perasaan/hati nurani/ulu hati)
Fuad adalah perasaan yang terdalam hati yang sering
kita sebut Hati Nurani (cahaya mata hati), dan berfungsi sebagai penyimpan daya
ingatan. Ia sangat sensitif terhadap gerak atau dorongan hati, dan merasakan
akibatnya. Kalau hati kufur, fuadpun kufur dan menderita. Kalau hati bergejolak
karena terancam oleh bahaya, atau hati tersentuh oleh siksaan batin, fuad
serasa seperti terbakar. Kalau hati tenang, fuadpun tenteram dan tenang. Satu
lagi kelebihan fuad dibanding dengan hati ialah, bahwa fuad itu dalam situasi yang
bagaimanapun, tidak bisa didusta. Ia tidak bisa menghianati kesakitan terhadap
apa yang dipantulkan oleh hati dan apa yang diperbuat oleh ego.Ia berbicara apa
adanya.
c.Ego (aku sebagai pelaksana dari kepribadian)
Ego adalah derivat dari qalb dan bukan untuk
merintanginya. Kalau qalb hanya mengenal dunia sesuatu yang subyektif dan yang
abyek (dunia realitas). Di dalam fungsinnya, ego berpegang pada prinsip
kenyataan (reality principle). Tujuan prinsip kenyataan ini ialah mencari obyek
yang tepat (serasi) untuk mereduksikan ketegangan yang timbul dalam organisme.
Ia merumuskan suatu rencana untuk pemuasan kebutuhan dan mengujinnya (biasanya
dengan tindakan) untuk mengetahui, apakah rencana itu berhasil atau tidak.
d.Tingkah laku (wujud gerakan)
Nafsiologi kepribadian berangkat dari kerangka acuan
dan asumsi-asumsi subyektif tentang tingkah laku manusia, karena bahwa
menyadari bahwa tidak seorang pun bisa bersifat obyektif sepenuhnya dalam
mempelajari manusia. Tingkah laku ditentukan oleh keseluruhan pengalaman yang
disadari oleh pribadi. Kesadaran adalah sebab dari tingkah laku. Artinya,bahwa
apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh individu itu menentukan apa yang akan
dikerjakan. Adanya nilai yang dominan mewarnai seluruh kepribadian seseorang
dan ikut serta menentukan tingkah lakunnya.
Masalah normal dan abnormal tentang tingkah laku,
dalam nafsiologi ditentukan oleh nilai dan norma yang sifatnya universal. Orang
yang disebut normal adalah orang yang seoptimal mungkin melaksanakan iman dan
amal soleh disegala tempat. Kebaikan dari ketentuan itu adalah abnormal, yaitu
sifat-sifat zalim, fasik, syirik, kufur, nifak dan sejenis itu.
D. Dinamika Kepribadian
Selain tipe dan struktur, kepribadian juga memiliki
semacam dinamika yang unsurnya secara aktif ikut mempengaruhi aktivitas
seseorang. Unsur-unsur tersebut adalah:[5]
1.Energi rohaniah (psychis energy)
berfungsi sebagai pengatur aktifitas rohaniah seperti
berfikir, mengingat, mengamati dan sebagainya.
2.Naluri
berfungsi sebagai pengatur kebutuhan primer seperti
makan, minum dan sex. Sumber naluri adalah kebutuhan jasmaniah dan gerakan
hati. Berbeda dengan energi rohaniah, maka naluri mempunyai sumber(pendorong),
maksud dan tujuan.
3.Ego (Aku Sadar)
berfungsi untuk meredakan ketegangan dalam diri dengan
cara melakukan aktifitas penyesuaian dorongan-dorongan yang ada dengan
kenyataan obyektif (realitas). Ego memiliki kesadaran untuk menyelaraskan
dorongan yang baik dan buruk hingga tidak terjadi kegelisahan atau ketegangan
batin.
4.Superego
berfungsi sebagai pemberi ganjaran batin berupa
penghargaan (rasa puas, senang, berhasil) maupun berupa hukuman (rasa bersalah,
berdosa, menyesal). Penghargaan batin diperankan oleh ego ideal, sedangkan
hukuman batin dilakukan oleh hati nurani.
A. Kesimpulan
Kepribadian adalah metode berpikir manusia terhadap
realita. Kepribadian juga merupakan kecenderungan-kecenderungan manusia
terhadap realita. Dan dengan arti yang lain, kepribadian manusia adalah pola
pikir dan pola jiwanya.
sistem kepribadian menjadi tiga sistem. Ketiga sistem
itu dinamainnya id, ego dan super ego. Dalam diri seseorang yang memiliki
jiwa yang sehat ketiga sistem itu bekerja dalam suatu susunan yang harmanis.
Segala bentuk tujuan dan segala gerak-geriknya selalu memenuhi keperluan dan
keinginan manusia yang pokok.
Sebaliknya kalau
ketiga sistem itu bekerja secara bertentangan satu sama lainnya, maka orang
tersebut dinamainnya sebagai orang yang dapat menyesuaikan diri. Ia menjadi
tidak puas dengan dirinnya dan lingkunganya. Dengan kata lain efisiennya
menjadi berkurang.
Selain tipe dan struktur, kepribadian juga memiliki
semacam dinamika yang unsurnya secara aktif ikut mempengaruhi aktivitas seseorang.
Unsur-unsur tersebut adalah: energi rohaniah (psychis energy), naluri, ego (aku sadar), dan Superego.
DAFTAR PUSTAKA
Arifin, Bambang Syamsul. Psikologi Agama, (Bandung:
Pustaka Setia, 2008).
Purwanto, Yadi. PSIKOLOGI KEPRIBADIAN
(Integrasi Nafsiyah dan ‘Aqliyah Perspektif Psikologi Islami), (Bandung:
Refika Aditama, 2007).
Jalaluddin. Psikologi Agama. (Jakarta: Raja Grafindo
Persada, 2005), Ed. Rev 9.
Sapuri, Rafy. Psikologi Islam. (Jakarta: Rajawali Pers, 2009). Ed. 1.
[2]Yadi Purwanto, PSIKOLOGI
KEPRIBADIAN (Integrasi Nafsiyah dan ‘Aqliyah Perspektif Psikologi Islami), (Bandung:
Refika Aditama, 2007). 253-254.
Judulnya bagus ya ??
BalasHapushahahhaha, terima kasih :)
HapusArtikelnya keren ya
BalasHapusterima kasih :)
HapusSangat menarik
BalasHapusterima kasih ;)
HapusBagus dan menambah wawasan.. tingkan kreatifiitasnya perlu di tingkatkan, dan perlu di perhatikan lagi tata cara penulisan yang baik dan benar.. agar lebih bagus lagi
BalasHapusterima kasih akan masukannya :)
Hapussangat bermanfaat
Bagus sekali ..
BalasHapusDan sangat bermanfaat...
Terimaksi😊😊😊😊
yeyyy terima kasih :)
HapusArtikelnya menarik semoga kedepannya jauh lebih menarik
BalasHapusoke, terima kasih :)
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusPostingganya menarik.. Dapat menambah wawasan.. Di tunggu postingan selanjutnya kakaa 😀😀
BalasHapushahaha oke, terima kasih :)
HapusUdah mantap
BalasHapusTapi kedepannya jangan terlalu panjang artikelnya
weheheh oke siap :D
Hapusterima kasih atas masukannya :)
Artikelnya bagus dan menarik tetapi kalau bisa jgan terlalu panjang
BalasHapusGood job kawan trima kasih atas ilmu yg diberi
oke terima kasih :)
HapusArtikel yang bermanfaat
BalasHapusterima kasih
HapusArtikelnya yg bagus kawan,
BalasHapusCuma kalau ditambah sdikit gambar yang berkaitan dg materi akan menambah ketertarikan pembaca.
Good
Oke saya terima masukannya😊
BalasHapusTerima kasih
Artikel nya sangat bermanfaat👍, semngat ghina ☺
BalasHapusHehheeh terima kasih sarah😊
HapusJayyid jiddan...
BalasHapusTerima kasih
HapusGood artikel ghina
BalasHapusTerima kasih
HapusBagus
BalasHapusTerima kasih
HapusBagus
BalasHapusTerima kasih
HapusBagus dan sangat bermanfaat artikel a kawan😊
BalasHapus